Jakarta, 11 Mei 2026 – Pemerintah Myanmar dikabarkan menyampaikan keluhan terkait sikap ASEAN yang dinilai semakin mengucilkan negara tersebut dalam berbagai forum regional. Keluhan itu muncul di tengah hubungan yang masih tegang akibat krisis politik dan keamanan yang berlangsung di Myanmar dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan diplomatik, Myanmar menilai pembatasan partisipasi mereka dalam sejumlah agenda ASEAN dianggap tidak adil dan dapat memperlebar jarak politik antara Naypyidaw dengan negara-negara anggota lainnya.
Sejak krisis politik pecah di Myanmar, ASEAN memang mengambil sejumlah langkah diplomatik, termasuk membatasi kehadiran perwakilan tingkat tinggi Myanmar dalam forum tertentu. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk tekanan agar proses dialog dan penyelesaian konflik di dalam negeri Myanmar dapat segera dilakukan.
Pemerintah Myanmar disebut merasa posisi mereka semakin terisolasi di kawasan, terutama setelah beberapa negara anggota ASEAN terus mendorong pendekatan yang lebih keras terhadap situasi politik dan kemanusiaan di negara tersebut.
Di sisi lain, ASEAN menegaskan langkah yang diambil bertujuan menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendorong implementasi konsensus perdamaian yang sebelumnya telah disepakati bersama. Organisasi regional itu juga terus menyerukan penghentian kekerasan dan dimulainya dialog inklusif di Myanmar.
Pengamat hubungan internasional menilai ketegangan antara Myanmar dan ASEAN menunjukkan tantangan besar organisasi tersebut dalam menjaga solidaritas kawasan di tengah krisis politik internal salah satu anggotanya.
Meski hubungan mengalami tekanan, jalur diplomasi antara Myanmar dan ASEAN disebut masih tetap terbuka. Beberapa negara anggota juga terus berupaya menjadi mediator untuk mendorong komunikasi dan penyelesaian damai.
Situasi Myanmar hingga kini masih menjadi salah satu isu paling sensitif di kawasan Asia Tenggara. Banyak pihak berharap ASEAN dan pemerintah Myanmar dapat menemukan jalan dialog yang mampu membantu memulihkan stabilitas politik dan keamanan di negara tersebut.