Jakarta, 20 September 2026 – Warga Jakarta dan sekitarnya memiliki beragam pilihan kegiatan untuk mengisi akhir pekan, Minggu, 20 September 2026. Sejumlah festival seni, fotografi, budaya populer, hingga pameran kreatif masih berlangsung di berbagai lokasi di Jakarta dan kawasan penyangga. Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 menjadi salah satu agenda yang memasuki hari terakhir penyelenggaraan. Sementara Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 baru memasuki pekan pertama dan masih akan berlangsung hingga awal Oktober. Beragam kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga maupun kerabat.
JIPFest 2026 berlangsung di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, sejak 11 hingga 20 September. Festival fotografi internasional yang memasuki penyelenggaraan keenam tersebut tahun ini mengangkat tema “Resilience”. Lebih dari 50 proyek fotografi, instalasi, dan multimedia dari 19 negara dihadirkan untuk memperlihatkan beragam cerita mengenai manusia dalam menghadapi ketidakpastian, beradaptasi, serta mempertahankan harapan. Selain pameran, JIPFest menghadirkan program seperti diskusi, lokakarya, artist talk, portfolio review, projection night, dan public lecture. Minggu menjadi kesempatan terakhir bagi masyarakat yang belum sempat mengunjungi festival tersebut.
Pilihan lainnya adalah JICAF 2026 yang berlangsung di Agora Mall mulai 17 September hingga 4 Oktober. Pameran tersebut menjadi ruang bagi seniman ilustrasi dan kreator visual untuk menampilkan karya sekaligus membangun hubungan dengan komunitas serta pelaku industri kreatif. JICAF tahun ini menghadirkan 20 highlighted artists, 40 SPARKS artists, 70 official artists, serta sejumlah penampilan khusus. Berbagai medium dan gaya seni ditampilkan sehingga pengunjung dapat melihat perkembangan ilustrasi serta seni kreatif kontemporer dari beragam perspektif. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi secara langsung dengan sejumlah seniman.
Khusus Minggu, 20 September, JICAF memiliki rangkaian program yang berlangsung sejak pagi hingga malam. Agenda antara lain Live Mural bersama Jaekwang Park pada pukul 10.30 hingga 15.00 WIB serta sesi Meet the Artist bersama Dinda Puspitasari dan Book of Lai pada pukul 13.00 WIB. Pengunjung juga dapat menyaksikan sejumlah kegiatan live drawing pada sore hari. Sesi bersama SATHAR, Stereoflow, BART, hingga Fluxcup turut mengisi rangkaian kegiatan. Selain melihat karya yang dipamerkan, format program tersebut memungkinkan pengunjung menyaksikan secara langsung proses kreatif maupun bertemu dengan para seniman.
Bagi pencinta tanaman, pameran florikultura Floii Expo juga menjadi salah satu pilihan untuk mengisi akhir pekan. Pameran yang berlangsung hingga 20 September di ICE BSD tersebut menghadirkan tanaman hias, lanskap, serta berbagai produk dan inovasi yang berkaitan dengan industri florikultura. Kegiatan ini mempertemukan petani, pelaku usaha, kolektor, komunitas, dan pencinta tanaman dalam satu area. Beragam flora eksotis serta perkembangan industri botani dan pertamanan dapat dijumpai selama pameran. Minggu merupakan hari terakhir penyelenggaraan sehingga masyarakat yang tertarik dengan tanaman hias masih memiliki kesempatan untuk berkunjung.
Pilihan kegiatan akhir pekan tahun ini tidak hanya didominasi pameran seni konvensional. Berbagai acara yang berkaitan dengan budaya populer, cosplay, industri kreatif, dan hiburan juga berlangsung di Jakarta. Keragaman tersebut membuat masyarakat dapat menyesuaikan agenda berdasarkan minat masing-masing, mulai dari fotografi dan ilustrasi hingga kegiatan komunitas. Beberapa kegiatan dapat dikunjungi tanpa biaya masuk, sedangkan acara lainnya menerapkan tiket atau ketentuan registrasi tertentu. Pengunjung disarankan memeriksa kembali jadwal, ketentuan masuk, serta perubahan program sebelum berangkat karena masing-masing penyelenggara memiliki aturan berbeda.
Kehadiran JIPFest dan JICAF sekaligus memperlihatkan aktivitas ekosistem seni visual Jakarta yang semakin beragam. JIPFest memberikan ruang besar bagi fotografi dan cerita visual dengan melibatkan fotografer serta seniman dari berbagai negara. Sementara JICAF menjadi tempat bertemunya ilustrator, kreator, komunitas, dan industri melalui pameran maupun aktivitas interaktif. Dua kegiatan tersebut memiliki karakter berbeda tetapi sama-sama membuka ruang bagi masyarakat untuk menikmati karya secara langsung. Penyelenggaraan festival juga dapat memperluas kesempatan kolaborasi serta memperkenalkan karya seniman kepada audiens baru.
Masyarakat yang belum memiliki agenda pada Minggu dapat memanfaatkan hari terakhir sejumlah kegiatan sekaligus menjelajahi ruang seni dan kreatif di Jakarta. JIPFest menjadi pilihan yang perlu diprioritaskan apabila ingin berkunjung karena festival tersebut berakhir pada 20 September. JICAF menawarkan waktu kunjungan lebih panjang karena masih berlangsung hingga 4 Oktober 2026. Sementara sejumlah pameran dan kegiatan akhir pekan lainnya juga memberikan alternatif sesuai minat pengunjung. Banyaknya pilihan tersebut membuat akhir pekan di Jakarta dapat diisi tidak hanya dengan hiburan, tetapi juga pengalaman menikmati fotografi, ilustrasi, budaya populer, serta perkembangan industri kreatif.