Jakarta, 1 Juni 2026 – Anggota DPRD DKI Jakarta, Kenneth, meminta pengelola Taman Margasatwa Ragunan untuk memperketat sistem pengamanan dan pengawasan di seluruh area kebun binatang. Permintaan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap aktivitas pengunjung yang membuat konten media sosial dengan cara-cara berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri, pengunjung lain, maupun satwa yang berada di dalam kawasan konservasi tersebut.
Menurut Kenneth, meningkatnya tren pembuatan konten digital sering kali mendorong sebagian orang melakukan tindakan yang melampaui batas keamanan demi mendapatkan perhatian di media sosial. Aktivitas seperti mendekati kandang satwa secara berlebihan, memasuki area terlarang, atau melakukan tindakan yang dapat memancing respons hewan dinilai berpotensi menimbulkan insiden yang tidak diinginkan. Karena itu, pengawasan yang lebih ketat dianggap penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun gangguan terhadap satwa.
Ia menilai bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kawasan wisata edukasi seperti Ragunan. Selain memperkuat pengamanan fisik, pengelola juga diharapkan meningkatkan edukasi kepada pengunjung mengenai aturan yang berlaku selama berada di area kebun binatang. Informasi yang jelas mengenai zona aman, larangan tertentu, serta potensi risiko di sekitar kandang satwa dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.
Penguatan pengawasan juga dinilai penting untuk menjaga kesejahteraan satwa yang berada dalam pengelolaan kebun binatang. Interaksi yang tidak sesuai aturan dapat menimbulkan stres pada hewan dan mengganggu perilaku alaminya. Oleh sebab itu, penerapan aturan yang tegas serta pengawasan yang konsisten menjadi bagian penting dari upaya menjaga fungsi konservasi dan edukasi yang diemban oleh Ragunan.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan berkembangnya tren pembuatan konten digital, pengelola Ragunan diharapkan terus beradaptasi dalam menerapkan sistem keamanan yang efektif. Kenneth menegaskan bahwa langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar aktivitas rekreasi dan edukasi di kawasan tersebut tetap berlangsung aman, nyaman, dan tidak berubah menjadi insiden yang merugikan berbagai pihak. Melalui pengawasan yang baik, Ragunan dapat terus menjadi destinasi favorit masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan perlindungan satwa.