Jakarta, 15 Mei 2026 – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menargetkan pembangunan dan penyaluran sekitar 73 ribu unit rumah subsidi dengan melibatkan sektor perbankan syariah sebagai bagian dari perluasan akses pembiayaan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat program perumahan nasional sekaligus memberikan lebih banyak pilihan skema pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki hunian layak.
Keterlibatan bank syariah dinilai penting karena kebutuhan pembiayaan rumah di Indonesia terus meningkat, terutama di kalangan keluarga muda dan pekerja dengan penghasilan tetap. Skema pembiayaan berbasis syariah dianggap menjadi alternatif yang semakin diminati masyarakat karena menawarkan sistem cicilan dan akad yang berbeda dibanding pembiayaan konvensional. Dengan memperluas keterlibatan lembaga keuangan syariah, pemerintah berharap akses kepemilikan rumah dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat di berbagai daerah.
Program rumah subsidi sendiri masih menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mengurangi backlog atau kekurangan hunian nasional. Tingginya harga properti di kawasan perkotaan membuat banyak masyarakat kesulitan membeli rumah tanpa dukungan pembiayaan jangka panjang. Karena itu, program subsidi dan fasilitas kredit perumahan dinilai memiliki peran besar dalam membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih terjangkau sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Pengamat sektor properti menilai kolaborasi dengan bank syariah dapat memperkuat inklusi keuangan di sektor perumahan. Selain memperluas pilihan pembiayaan, keterlibatan perbankan syariah juga dinilai mampu meningkatkan penetrasi layanan keuangan kepada masyarakat yang selama ini lebih memilih sistem berbasis prinsip syariah. Di sisi lain, pertumbuhan sektor properti memiliki dampak luas terhadap ekonomi karena berkaitan langsung dengan industri konstruksi, bahan bangunan, hingga penyerapan tenaga kerja.
Pemerintah berharap target 73 ribu rumah subsidi dapat terealisasi dengan dukungan pembiayaan yang lebih luas dan proses penyaluran yang semakin efektif. Dengan keterlibatan bank syariah, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan rumah layak melalui skema cicilan yang sesuai kemampuan finansial mereka. Program ini juga diharapkan mampu mendukung pemerataan pembangunan perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor properti dan konstruksi.