Jakarta, 9 Mei 2026 – Sebanyak 26 siswa di wilayah East Jakarta masih menjalani perawatan medis setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan di sekolah.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah ratusan pelajar dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, dan pusing usai menyantap makanan dalam program MBG dengan menu pangsit tahu.
Sebagian besar siswa yang terdampak disebut telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Namun puluhan siswa lainnya masih dirawat untuk pemantauan lebih lanjut oleh tenaga medis.
Pihak rumah sakit dan dinas kesehatan terus memantau perkembangan kondisi para siswa guna memastikan proses pemulihan berjalan baik dan tidak muncul komplikasi lanjutan.
Sementara itu, investigasi terkait penyebab dugaan keracunan masih berlangsung. Petugas telah mengambil sampel makanan dan bahan baku untuk diperiksa di laboratorium.
Selain pemeriksaan makanan, pihak berwenang juga mendalami proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan yang diberikan kepada siswa di sekolah.
Kasus ini memicu kekhawatiran para orang tua dan masyarakat terkait keamanan makanan dalam program distribusi pangan untuk pelajar.
Pengamat kesehatan masyarakat menilai pengawasan terhadap keamanan pangan sekolah harus dilakukan secara ketat karena distribusi makanan dalam jumlah besar memiliki risiko tinggi apabila standar kebersihan tidak dijaga dengan baik.
Sejumlah pihak juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan program makanan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Hingga kini, pihak berwenang masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab utama gangguan kesehatan yang dialami para siswa di Jakarta Timur tersebut.