Jakarta, 26 September 2026 –
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat optimistis Kontingen Indonesia masih mampu memenuhi target empat medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keyakinan tersebut disampaikan setelah lifter Rahmat Erwin Abdullah menyumbangkan medali emas sekaligus memecahkan dua rekor dunia pada nomor 75 kilogram putra, Sabtu, 26 September 2026. Menurut Taufik, peluang Indonesia menambah emas masih terbuka karena sejumlah cabang olahraga andalan belum menyelesaikan pertandingan. Pemerintah pun meminta seluruh atlet tetap fokus memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia hingga akhir Asian Games.
Keberhasilan Rahmat menjadi dorongan besar bagi kontingen Merah Putih setelah perjalanan awal Asian Games berlangsung cukup berat. Lifter Indonesia tersebut tampil impresif dan bukan hanya mempersembahkan emas, tetapi juga mencatatkan dua rekor dunia. Taufik memberikan apresiasi terhadap pencapaian itu dan menilai hasil Rahmat memperlihatkan kemampuan atlet Indonesia bersaing pada level tertinggi. Tambahan emas tersebut juga meningkatkan kepercayaan diri kontingen dalam mengejar sasaran yang sudah ditetapkan sebelum keberangkatan. Indonesia masih mempunyai waktu karena Asian Games Aichi-Nagoya berlangsung hingga 4 Oktober 2026.
Target empat medali emas telah ditetapkan pemerintah bersama pemangku kepentingan olahraga nasional sebelum Asian Games dimulai. Indonesia mengirimkan 430 atlet yang bertanding pada 35 cabang olahraga dalam pesta olahraga terbesar Asia tersebut. Sasaran empat emas lebih rendah dibandingkan pencapaian tujuh emas pada Asian Games Hangzhou 2022 karena terdapat sejumlah nomor andalan yang tidak lagi dipertandingkan. Tiga emas Indonesia di Hangzhou sebelumnya berasal dari dua nomor running target cabang menembak serta nomor 1.000 meter putra perahu naga yang tidak tersedia pada edisi 2026. Kondisi tersebut membuat Indonesia harus mencari sumber emas dari nomor dan cabang lainnya.
Sebelum keberhasilan Rahmat, pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah pencapaian yang belum sesuai proyeksi. Memasuki hari kelima Asian Games, Indonesia baru mengoleksi satu perak dan delapan perunggu, sementara beberapa cabang yang sebelumnya diperkirakan berpeluang mendapatkan emas belum mencapai sasaran. Salah satunya adalah wushu yang ditargetkan meraih emas dari nomor taolu changquan putra, tetapi akhirnya menghasilkan perunggu. Menpora Erick Thohir menegaskan evaluasi tersebut bukan dilakukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan untuk mengetahui kendala dan memaksimalkan peluang yang masih tersedia. Target empat emas pun tetap dipertahankan sebagai acuan kontingen hingga kompetisi berakhir.
Indonesia sejak awal menempatkan sejumlah cabang sebagai tumpuan utama dalam perburuan medali, termasuk angkat besi, panjat tebing, dan bulu tangkis. Perkembangan kompetisi kemudian menunjukkan peluang juga dapat datang dari cabang lainnya. Bulu tangkis telah memberikan emas melalui nomor beregu putra, sedangkan Rahmat menambah koleksi emas dari angkat besi. Sejumlah atlet Indonesia juga masih melanjutkan perjuangan pada nomor-nomor yang belum selesai. Situasi tersebut menjadi dasar optimisme Taufik bahwa target pemerintah masih dapat dikejar selama seluruh peluang tersisa dimanfaatkan secara maksimal.
Menpora Erick sebelumnya bahkan membuka kemungkinan Indonesia memperoleh hasil lebih tinggi dari target awal. Ketika meresmikan Rumah Indonesia Asian Games 2026 di Nagoya pada 19 September, Erick menyebut empat emas sebagai sasaran minimal yang ingin dicapai. Ia mengingatkan Indonesia pernah mendapatkan delapan emas pada Asian Games dan bahkan 11 emas ketika menjadi tuan rumah pada 1962. Meski situasi setiap edisi berbeda, catatan tersebut digunakan untuk mendorong atlet agar terus berusaha melampaui proyeksi. Pemerintah pada saat yang sama tetap menekankan bahwa setiap hasil harus dievaluasi secara objektif berdasarkan target yang telah disepakati bersama cabang olahraga.
Dengan pertandingan yang masih berlangsung hingga awal Oktober, perjuangan Indonesia di Asian Games 2026 masih menyisakan kesempatan untuk menambah koleksi medali. Keberhasilan Rahmat Erwin Abdullah menjadi salah satu momentum penting yang memperkuat optimisme setelah sejumlah hasil pada awal kompetisi belum sesuai harapan. Taufik meminta kontingen menjaga semangat karena masih terdapat cabang dan nomor potensial yang belum menyelesaikan persaingan. Target empat emas tetap menjadi sasaran yang ingin dicapai, sementara setiap tambahan medali akan sangat berarti bagi posisi Indonesia dalam klasemen akhir. Fokus Merah Putih kini tertuju pada kemampuan para atlet menjaga performa dan memaksimalkan peluang hingga pertandingan terakhir Asian Games Aichi-Nagoya 2026.